Pages

Anak-anak Bermain Sepakbola Di Desa Jabon Mekar

Anak-anak Bermain Sepakbola Di Desa Jabon Mekar
Sumber : Google

Cara Budidaya Pohon Jabon

Sekilas Kayu Jabon

Kayu Jabon adalah jenis pohon cahaya (light-demandera) yang sangat cepat tumbuh. Dialam bebas pernah ditemukan tinggi pohon mencapai 45 m dengan panjang batang bebas cabang 30 m, diameter sampai 100 cm. Batang lurus dan silindris, bertajuk tinggi dengan cabang mendatar, berbanir sampai ketinggian 1,50 m, kulit luar berwarna kelabu coklat sampai coklat, sedikit beralur dangkal, bentuk tajuk seperti payung dengan sistim percabangan melingkar, daun relatif tidak lebat.
Sifat batang pohon Jabon sangat menguntungkan dalam pemeliharaan karena tidak membutuhkan pemangkasan dan batangnya mulus tidak bermata. Kecepatan pertumbuhan membesar dan meninggi luar biasa dibandingkan dengan tanaman kayu yang pernah dikenal. Dalam waktu umur 6  tahun telah dapat tumbuh dengan diameter batang antara 40-50 cm dan ketinggian batang mencapai 12 meter sehingga sudah mempunyai nilai ekonomis dibandingkan dengan jenis kayu komersial yang lain.
Pohon Jabon berbuah setiap tahun pada bulan Juni-Agustus. Buahnya merupakan buah majemuk berbentuk bulat dan lunak, mengandung biji yang sangat kecil. Jumlah biji kering udara 18-26 juta butir/Kg, jumlah buah 33 butir per kg atau 320 butir/ kaleng minyak tanah. Buah yang berukuran sedang dapat menghasilkan sekitar 8.300 pohon. Biji yang telah dikeringkan dan disimpan pada tempat yang tertutup rapat dalam ruang yang sejuk dapat tahan selama 1 tahun.
  • Tempat tumbuh
Tumbuh pada tanah alluvial lembab dipinggir sungai dan di daerah peralihan antara tanah rawa dan tanah kering yang kadang-kadang digenangi air. Selain itu dapat juga tumbuh dengan baik pada tanah liat, tanah lempung podzolik cokelat, tanah tuf halus atau tanah lempung berbatu yang tidak sarang. Kayu Jabon dapat tumbuh baik di dataran rendah sampai ketinggian 1.300 m dpl, memerlukan iklim basah dan mengalami gugur daun pada bulan kering dengan tipe curah hujan A, B dan C. Jabon sanggup bersaing dengan gulma karena pertumbuhannya yang sangat cepat menaungi pesaingnya, sehingga sangat sesuai untuk tanaman penghijauan (reboisasi).
Dapat ditanam secara tumpangsari dengan tanaman semusim, dan dapat dipertahankan sampai seluruh permukaan areal ternaungi. Sifat ini sangat menguntungkan dan dapat menjadi salah satu solusi dalam mengatasi tradisi ladang berpindah yang menjadi kebiasaan masyarakat sekitar hutan.
Tanaman Jabon secara alami dapat dijumpai di Kalimantan, Papua, Sumatera, Jawa, dan Sumbawa, juga terdapat dibeberapa negara al : di India, Banglades, Srilangka, Miyanmar, Philipina dan Papua Nugini.
  • Ciri Umum kayu Jabon
–        Warna kayu krem kekuningan sampai sawo kemerahan.
–        Tekstur kayu halus tidak bermata sampai agak kasar dengan arah serat lurus, kadang-kadang agak berpadu.
–        Kesan raba permukaan kayu licin atau agak licin dengan permukaan kayu jelas mengkilap atau agak mengkilap.
–        Kelas keras II dengan tingkat kekerasan sedang (Moderateli Hard and Heavy), kelas awet V dengan Spesific Gravity 0,40 dan Calorific Value 4.800 calory.
  • Kegunaan kayu Jabon
Kegunaan kayu sebagai bahan bangunan non konstruksi, mebel, bahan plywood (kayu lapis). Di India dan Banglades kulit dan bunga tanaman Jabon digunakan sebagai obat tradisional, dan berdasarkan hasil penelitian laboratorium Treug, Puslitbang Biologi–LIPI, dilaporkan kulit dan bunganya mengandung Alkaloida Antosephalus Base.
Dengan dapat digunakan sebagai bahan bangunan untuk kebutuhan perumahan dan perabot keperluan rumah tangga, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan kayunya tanpa harus mengambil kayu ke hutan alam. Saat ini dengan ketatnya pelarangan Ilegal Logging, untuk memenuhi kebutuhan kayu yang sangat mahal dan langka dipasaran, masyarakat menebangi pohon buah-buahan seperti durian, manggis, kelapa. Apabila hal itu terus menerus dibiarkan berlanjut maka akan habislah seluruh tanaman buah-buahan yang ada sehingga suatu saat nanti untuk memenuhi kebutuhan buah-buahan harus mengimpor dari luar negeri.
Pada akhirnya bila pohon buah-buahan masyarakat sudah habis masyarakat akan kembali merambah hutan, karena kebutuhan kayu pada dasarnya tidak dapat dicegah. Atas dasar pemikiran tersebut, dengan keunggulan-keunggulan yang dipunyai kayu Jabon, maka perlu menggalakkan masyarakat untuk menanam kayu Jabon, yang mana hal tersebut merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kebutuhan kayu secara lestari, dan diharapkan nantinya masyarakat akan melakukan penanaman kayu secara spontan dan mandiri.
Dari percobaan penanaman di Kalimantan Selatan, tanaman Jabon yang ditanam pada tanggal 14 Maret 2004 diperoleh data sebagai berikut :
Pohon Umur 6 Bulan Umur 12 Bulan Umur 20 Bulan Umur 24 Bulan
Diameter Tinggi Diameter Tinggi Diameter Tinggi Diameter Tinggi

(cm) (m) (cm) (m) (cm) (m) (cm) (m)
1 5,09 2,30 10,50 5,60 15,92 10,00 17,00 12,00
2 5,73 2,71 12,73 6,25 16,56 11,65 18,00 12,00
3 5,73 2,45 11,14 5,60 14,65 10,70 15,00 12,00
4 5,09 2,37 11,45 6,05 16,56 11,08 18,00 12,00
5 4,35 2,11 11,14 5,40 15,92 10,55 18,50 12,00
6 3,18 1,47 9,55 4,80 13,38 8,92 14,50 12,00
7 5,09 2,67 11,14 6,15 14,65 10,55 15,00 12,00
8 5,73 3,44 12,73 6,20 15,29 10,70 17,00 12,00
Rerata 5,02 2,46 11,31 5,76 15,29 10,36 16,56 12,00
  • Analisa Usaha  Kayu Jabon
a. Persiapan Lahan dan Penanaman per Hektar
Biaya persiapan lahan dan penanaman per hektar dengan populasi standar 800
pohon per hektar sebesar Rp  6.115.500.
b. Pemeliharaan Tanaman Selama 6 Tahun
Biaya pemeliharaan tanaman selama 6 tahun per hektar dengan populasi standar 800 pohon per hektar sebesar Rp   12.423.150.
c. Produksi Kayu Glondongan (Log)
Populasi awal  =   800 pohon
Pohon layak tebang (80%)  =   640 pohon
Diameter batang rata-rata =     40 cm
Panjang batang efektif  =     10 meter
Produksi kayu Log per pohon =       0,5 m3
Produksi per hektar =   320 m3
d. Laba / Rugi per ha
Biaya persiapan penanaman =  Rp    6.115.500
Biaya pemeliharaan selama 6 tahun  =  Rp   12.423.150
Biaya tebang dan angkut
(320 m3 x Rp 100.000/m3)  =  Rp   32.000.000
Jumlah Biaya =  Rp   50.538.650
Pendapatan/ha/6 tahun
= 320 m3 X Rp 962.000/m3  =  Rp   307.840.000
Laba/Rugi/ha/6 tahun
= Rp 307.840.000 – Rp 50.538.650  =  Rp   257.301.350
Laba/ha/tahun  =  Rp     42.883.558

Sumber  : http://jualbibitkayu.wordpress.com/2010/10/26/sekilas-kayu-jabon/

Patut Dicontoh : Tri Rismaharini Rela Mati Demi Tutup Lokalisasi

Metrotvnews.com, Jakarta: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menegaskan bahwa perlahan namun pasti, lokalisasi prostitusi di kotanya akan ditutup semua.

"Di kita lokalisasi ada lima, saya sudah tutup tiga," katanya seusai menjadi pembicara Series Seminar bertajuk Indonesia Menjawab Tantangan: Kepemimpinan Menjadi Bangsa Pemenang yang digagas Dewan Guru Besar Universitas Indonesia, di Salemba, Jakarta, Jumat (29/11).

Di penghujung tahun nanti, menurutnya satu lokalisasi lainnya akan ditutup. Lalu terakhir, pihaknya menargetkan pertengahan 2014 nanti lokalisasi terbesar di Surabaya yakni Dolly, sudah ditutup pula.

Meski diakui bahwa banyak demo dan desakan dari berbagai pihak, bahkan dari Jakarta, agar mengurungkan niat penutupan lokalisasi, perempuan yang akrab dipanggil Risma itu menegaskan takkan gentar. "Saya rela mati demi ini," tandasnya yakin.

Keteguhan itu tidak terlepas dari alasan awal keinginannya menutup lokalisasi. Risma bercerita bahwa dulu saat banyak kalangan, terutama kiai, yang memintanya menutup kawasan prostitusi, dialah yang justru tidak yakin mampu.  "Kalau saya tutup saat itu, saya belum bisa kasih makan," kisahnya.

Bila demikian, dia meyakini penutupan justru akan menimbulkan masalah baru karena para pekerja seks komersial boleh jadi justru membuka kawasan prostitusi di mana-mana.

Alasan lainnya kenapa dulu ia tidak begitu berkeras untuk menutup lokalisasi, adalah terkait tanggung jawab. "Saya nggak pernah buka kok saya harus nutup," katanya jenaka.

Namun kemudian pandangan itu berangsur berubah sejak dia menyadari bahwa banyak korban perdagangan manusia (human trafficking) banyak terjerumus ke lokalisasi. Keberadaan para korban itu di sana, tentu saja bukan karena kehendak mereka sendiri.

Tetapi kalau berbicara puncak munculnya keyakinan memberangus lokalisasi prostitusi, Risma mengungkap itu tidak terlepas dari perkenalannya dengan seorang pekerja seks komersial yang masih menjajakan tubuhnya walaupun sudah berusia 62 tahun. Suatu kali saat berkeliling ke lokalisasi dan menemui perempuan itu, Risma mengaku heran mengapa nenek itu masih menjadi PSK.

Dia lantas bertanya, "Memang siapa yang sih yang mau (menggunakan jasanya yang sudah tua)?" Jawaban perempuan itu kemudian membuatnya tercengang. "Anak SMP/SMA yang cuma punya seribu dua ribu juga saya layani," katanya mengulangi kalimat PSK tersebut.

Bagi Risma, hal itu persoalan besar. Dia tidak rela membiarkan lebih banyak ada anak-anak muda di kotanya menjadi korban karena menikmati prostitusi di lokalisasi. Lagi-lagi dia menegaskan, "Saya rela mati demi ini." (Hera Khaerani)

Editor: Agus Tri Wibowo

Sumber :  http://m.metrotvnews.com/read/news/2013/11/29/198077/Tri-Rismaharini-Rela-Mati-Demi-Tutup-Lokalisasi

Hotel 'Mesum' Transit Parung Disegel Satpol PP Secara Tertutup


Menurut agenda yang disampaikan minggu lalu oleh Kepala Satuan (Kasat) Pol PP Kabupaten Bogor, Dace Supriadi rencananya pekan depan pada hari Rabu 18 Juli 2012 akan dilakukan pembongkaran. Dalam waktu sepekan pemkab Bogor memberikan waktu kepada pemilik hotel untuk membongkar sendiri dan jika tetap membandel, pihaknya akan melakukan eksekusi. "Jika sampai waktu seminggu tidak dilakukan, kami terpaksa akan membongkarnya," ujar Dace.

Masyarakat menghendaki agar menjelang bulan Ramadhan hotel transit ini harus sudah di bongkar, namun ada informasi beredar untuk pembongkaran IMB nya harus dicabut dahulu, dan itu akan memakan waktu lama lagi prosesnya. Karena itulah KH. Khaerul Yunus wakil ketua FKUB yang hadir ke lokasi mempertanyakan “Kenapa masalah ini harus mundur-mundur? Jika sampai bulan Ramadhan ini belum di bongkar kita khawatir masyarakat yang sudah sabar selama ini melakukan tindakannya sendiri. Kita ingat dahulu ada kasus Ahmadiyah di daerah sini juga, itu massa yang turun lebih dari 10.000 orang. Apalagi ini yang akan mengganggu bulan ramadhan yang penuh dengan kesucian,” papar Kiyai Yunus kepada Suara Islam Online.

Sementara itu KH Rodja ketua FKUB Kabupaten Bogor menyatakan akan terus mengawal proses penegakkan hukum ini. "Oleh karena itu, mari kita bersama-sama mengawasi Hotel Transit ini," tegasnya. Selain unsur FKUB, turut hadir massa dari unsur ormas Islam diantaranya FPI, MMI, FBR, GARIS, GEMPETA, P2B, KARAM dan lain-lain, dan mereka semua menyatakan akan mengawal proses pembongkaran tempat maksiat ini hingga tuntas.

Namun sayang ketika masyarakat setempat menginginkan wilayahnya bebas dari pelacuran dan peredaran narkoba, ternyata Hotel Transit yang sudah diberi peringatan tiga kali itu malah terkesan menantang dengan mengerahkan massa pendukungnya, beruntung massa tersebut berada didalam lokasi tertutup yang jauh dari gerbang hotel sehingga tidak terjadi bentrokan dengan masyarakat yang berada diluar gedung.


Sumber :  http://www.suara-islam.com/read/index/4954/Hotel--Mesum--Transit-Parung-Disegel-Satpol-PP-Secara-Tertutup

Balong Di Desa Kabon Mekar

Balong Di Desa Kabon Mekar
Sumber : Google